widgeo.net

Puisi Gelap

>> Jumat, 26 Maret 2010

Pada saat Iwan Fals membacakan puisi ini, saya mendengar sedikit suuara desahan menahan tangis air mata yang keluar.
Tapi Iwan Fals sengaja menutupinya dengan intonasi nada tinggi yang penuh dengan marah dan terdengar sangat menydihkan nan dinamis.
Bagaimanapun air mata ta mampu lagi terbendung di ujung puisi ini.

Puisi Gelap
Iwan Fals & Jabo (Album Orang Gila 1994)


Langit gelap
Jutaan gagak hitam memenuhi langit
Datang dari goa goa yang gelap dan lembab
Dari padang yang kering tandus
Merentang sayap berputar putar mengerikan

Suaranya melengking menyayat
Amarah yang terpendam amarah tertahan
Gentayangan bagai mayat bangun dari kuburan
Karena mereka pun tak mau menerima

Gerhana matahari gerhana hidup
Mereka menutupi cahaya matahari
Memakan bangkai dari apa saja yang tersisa
Hinggap diatas tanah diatap rumah
Di dahan dahan pohon yang mati kering
Mengintai mangsa
Menanti bangkai temannya sendiri yang mati kelaparan

Bau bangkai menyengat dimana mana
Saling menerkam diantara mereka sendiri
Sekedar bertahan dari kematian yang segera datang menjemput

Tak ada cahaya matahari
Tak ada cahaya kehidupan
Tak ada apa apa
Hanya ada ketegangan dan keganasan
Ketegangan yang mengandung bencana

Gagak gagak terus berputar semakin banyak
Marah pada apa ?
Marah pada siapa ?
Marah pada marah yang tak terlampiaskan

Sampai pada saatnya nanti
Mereka jatuh terkapar dan mati

Tapi dimana cahaya kehidupan ?
Tak ada yang tahu

Hanya ada jutaan bangkai gagak
Berserakan berbau amis dan busuk

Ah
Bau busuk kehidupan
Menyusup menebar ke sudut sudut kota
Dan kita menghisapnya 
 

0 komentar:

Untuk Pengabdi

  © Fathul Imam Inspiration by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP